Ya,
kamu tidak perlu cintai aku agar aku cintai kamu.
kamu tidak perlu sayangi aku agar aku sayangi kamu.
Aku cinta kamu terlepas apakah kamu cinta atau tidak, biarlah aku mencintai untuk diriku sendiri. Aku adalah anggapan kamu !
Amor platonic !
You know me!
Aku mencintai kamu, tidak ada sepersepuluh dari seluruh kehidupanku, tetapi tidak pernah ada kecintaan yang begitu kuat yang mampu menggerakkan hati, jiwa dan segenap pikiranku untuk selalu melakukan segala hal untuk kamu, bahkan menguasai seluruh kehidupanku. Tidak pernah ada kecintaan yang begitu kuat yang bisa menggerakkanku kecuali kecintaanku ke kamu. Tidak ada sebelumnya dan tidak ada sesudahnya, dan apapun yang terjadi kala itu, aku benar-benar menemukan diriku sebagai lelaki normal yang merindukan suatu keluarga yang dibina dengan landasan dan pemikiran yang sama. Bisa kamu bayangkan posisi kamu di hatiku? di kehidupanku?
Aliran danau tiu kini telah kau tutup, danau itu kini bak kolam besar dalam suatu lembah tanpa ada aliran sungai baik yang menuju maupun yang keluar dari danau itu. Dengan mata air kecintaan yang terus memancar dari dasar danau, dengan semua hal yang terjadi diatas permukaan danau itu, danau itu terus akan menjadi danau. Itulah danau kecintaanku.
Danau kecintaan itu ada bukan karena ada aliran sungai yang masuk dan airnya terbendung. Danau kecintaan itu ada bukan karena sebab akibat. Danau kecintaan itu tidak akan kering walaupun ada aliran sungai yang mengalirkan airnya keluar. Danau kecintaan itu ada bukan sebab karena akibat.
Ya... danau itu tetap ada karena mata air kecintaanku ke kamu masih terus memancarkan airnya, tidak perduli apakah akan ada aliran sungai yang masuk menambah debit air kecintaan itu atau ada ada aliran sungai yang mengurangi debit air kecintaan itu. Danau itu tetap ada dan mata airnya terus memancarkan airnya tanpa pernah mau tahu apapun dipermukaan danau itu.
Aliran danau tiu kini telah kau tutup, danau itu kini bak kolam besar dalam suatu lembah tanpa ada aliran sungai baik yang menuju maupun yang keluar dari danau itu. Dengan mata air kecintaan yang terus memancar dari dasar danau, dengan semua hal yang terjadi diatas permukaan danau itu, danau itu terus akan menjadi danau. Itulah danau kecintaanku.
Danau kecintaan itu ada bukan karena ada aliran sungai yang masuk dan airnya terbendung. Danau kecintaan itu ada bukan karena sebab akibat. Danau kecintaan itu tidak akan kering walaupun ada aliran sungai yang mengalirkan airnya keluar. Danau kecintaan itu ada bukan sebab karena akibat.
Ya... danau itu tetap ada karena mata air kecintaanku ke kamu masih terus memancarkan airnya, tidak perduli apakah akan ada aliran sungai yang masuk menambah debit air kecintaan itu atau ada ada aliran sungai yang mengurangi debit air kecintaan itu. Danau itu tetap ada dan mata airnya terus memancarkan airnya tanpa pernah mau tahu apapun dipermukaan danau itu.
Senin, 15 Juni 2009
13.03
Langganan:
Postingan (Atom)



