Aku bukan melakukan proses untuk dapat mencintai kamu atau dicintai oleh kamu. Aku melakukan proses ini karena aku mencintai dan aku dicintai. Aku sadari sepenuhnya bahwa aku mencintai dan menyayangi kamu dan aku melakukan semua proses dalam kecintaanku. Sekali-sekali aku tidak melakukan proses untuk mencintai dan menyayangi.
Saat kecintaanmu tersembunyi, aku coba redam dan tutup rapat-rapat semua celah yang memungkinkan gejolak perasaan karena kecintaanku keluar dan pengaruhi hidupku. Aku tutup rapat dan terkumpul menjadi energi yang begitu kuat untuk bertahan temukan kembali kecintaanmu yang tersembunyi.
Kini kecintaanmu hadir kembali dengan membawa sejuta arti, membawa sejuta harapan dan pemikiran baru, membawa semua hal galau yang terus menyambangi... satu hal yang pasti, kecintaanmu padaku seperti kecintaanku padamu. Penuh makna, syarat dengan arti, serta memiliki arah dan tujuan yang sama... bahwa proseslah hal yang utama.
So deep inside...
Iya... kamu
Aku cintai kamu kemaren, sekarang dan nanti.
Aku cintai sekarang, besok dan lusa.
Aku cintai kamu di setiap detik kehidupanku
Forever and ever.
Selama masih ada orang menceritakan kebahagiaan
Selama masih ada orang menceritakan kesedihan
Selama masih ada keraguan di hatimu
Aku katakan dengan sesungguhnya,
Aku cintai kamu di setiap detik kehidupanku
Forever and ever
Jika kelak berubah pikiranmu
Jika kelak berubah cintamu
Pikirkan kembali dan berikan aku waktu
Kamu memang bukan yang pertama
Tapi kamu memang yang terakhir
You are my forever
Aku nikmati perasaan ini
Aku nikmati gejolak hati ini
Setiap saat, setiap waktu
Hanya kamu yang bisa
terus bersemayam dalam hatiku
So deep inside...
Aku cintai kamu kemaren, sekarang dan nanti.
Aku cintai sekarang, besok dan lusa.
Aku cintai kamu di setiap detik kehidupanku
Forever and ever.
Selama masih ada orang menceritakan kebahagiaan
Selama masih ada orang menceritakan kesedihan
Selama masih ada keraguan di hatimu
Aku katakan dengan sesungguhnya,
Aku cintai kamu di setiap detik kehidupanku
Forever and ever
Jika kelak berubah pikiranmu
Jika kelak berubah cintamu
Pikirkan kembali dan berikan aku waktu
Kamu memang bukan yang pertama
Tapi kamu memang yang terakhir
You are my forever
Aku nikmati perasaan ini
Aku nikmati gejolak hati ini
Setiap saat, setiap waktu
Hanya kamu yang bisa
terus bersemayam dalam hatiku
So deep inside...
Kamis, 28 Mei 2009
20.55
Pintaku Pada-Nya
Aku berharap ada hal yang mendasar, dan aku berprasangka baik. Mungkin apa yang telah dan akan kita lalui adalah masa-masa pembelajaran untuk disatukan dengan kasih sayang-Nya seperti yang selalu aku pintakan pada-Nya. Mungkin juga aku yang salah berprasangka atas kehendak Tuhan.
Itu do'a yang selalu aku ucapkan, mendahului semua doa-doaku, dan sudah menjadi bawah sadarku, seperti halnya aku bernapas.
Ya Allah,
Satukan kami dengan tali kasih sayangMu
Satukan kami dengan tali rahimMu
Ridhoi kami tuk bina rumah tangga
dan jadikan kelak rumah tangga kami
sebagai jalan mencapai keridhoanMu.
Itu do'a yang selalu aku ucapkan, mendahului semua doa-doaku, dan sudah menjadi bawah sadarku, seperti halnya aku bernapas.
Selasa, 26 Mei 2009
16.19
Usik hatiku...
Entah mengapa, setelah sekian lama mengenalmu, masih saja aku belum bisa menerima dengan ikhlas akan hal itu. Atau memang aku yang tidak mau untuk bisa menerima?
Ya, aku bukan tidak mau menerima, sebaliknya hal itu terus aku biarkan sejalan dengan kecintaan yang terus menggenang di hati ini. Bukan untuk pembenaran bukan untuk dibenarkan, karena aku tahu, kamupun pasti akan ungkapkan alasan sebagai pembenaran untuk dibenarkan.
Dan sekali lagi, aku berusaha nikmati perasaan yang tidak menentu... kecemburuan campur aduk dengan kecintaan. Yang aku tahu pasti, aku mencintai kamu, dan percaya bahwa kamu mencintai aku.
Ya, aku bukan tidak mau menerima, sebaliknya hal itu terus aku biarkan sejalan dengan kecintaan yang terus menggenang di hati ini. Bukan untuk pembenaran bukan untuk dibenarkan, karena aku tahu, kamupun pasti akan ungkapkan alasan sebagai pembenaran untuk dibenarkan.
Dan sekali lagi, aku berusaha nikmati perasaan yang tidak menentu... kecemburuan campur aduk dengan kecintaan. Yang aku tahu pasti, aku mencintai kamu, dan percaya bahwa kamu mencintai aku.
14.28
Kamu
Iya... kamu
Setelah sekian lama tidak bertemu, tidak sedikitpun aku ragu dan merasa asing dengan kamu, seolah sudah menjadi bagian dari jiwa ini, seolah sudah menjadi bagian dari tubuh ini. Walaupun aku tahu kecintaanmu tidak berubah, tetapi aku sadari, tidak lagi kamu letakkan di pusat hatimu, tidak lagi pada tempat yang sama sebelum semua ini terjadi. Satu hal yang pasti, aku percaya kecintaan itu masih untukku seperti halnya kecintaan ini selalu untukmu.
Setelah sekian lama tidak bertemu, tidak sedikitpun aku ragu dan merasa asing dengan kamu, seolah sudah menjadi bagian dari jiwa ini, seolah sudah menjadi bagian dari tubuh ini. Walaupun aku tahu kecintaanmu tidak berubah, tetapi aku sadari, tidak lagi kamu letakkan di pusat hatimu, tidak lagi pada tempat yang sama sebelum semua ini terjadi. Satu hal yang pasti, aku percaya kecintaan itu masih untukku seperti halnya kecintaan ini selalu untukmu.
Sabtu, 23 Mei 2009
03.19
Langganan:
Postingan (Atom)



